Puisi – Berdialog dengan Kaca – Rizaldi Noverisman

Berdialog dengan Kaca
karya Rizaldi Noverisman
Juara V Lomba Menulis Puisi Ke-7 Tulis.me

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Kumparan salju di bawah langit Luzern jatuh
dan tenggelam ke dalam partitur Una Fantasia.

Dari balik kaca jendela kaurasakan Kota perlahan
bagai lukisan tua dalam rengkuhan sepasang lengan-
lengan Pandora. Kecemasan dan kewaspadaan.
Sunyi dan wajah-wajah asing. Musim dingin,
kepergian, dan segala benda-benda yang dirawat di
museum. Mereka buih-buih yang terombang-ambing.
Buku-buku yang belum kelar dibaca. Rasa perasaan
semangkuk makanan yang tumpah.

Mereka jari-jari bumi yang
menyembunyikan dan membunyikan kesedihan.

*
Orang-orang berjalan dengan dongeng yang tak
kauhiraukan. Dalam kalimat kehilangan misalnya,
harapan adalah jalanan yang indah dan menakutkan.
Mereka adalah jendela tertutup.
Remaja sekarat
setelah melawan pengesahan undang-undang. Anak
kecil yang menolak membayangkan jadi dewasa.
Aku ingin melihat kau mampu bertahan

berjalan ke dalam tidur kau tanpa mengenakan
apa pun selain harapan dan selembaran daftar yang
ingin dilupakan.

*
Beethoven coba ketukkan sekali lagi tanda tanya:
bekas luka, dan air mata yang diselubungi

hal-hal indah seperti tinggal di dalam tanda kutip.
Ke mana-mana kausentuh pucuk ingatan kau untuk
mengusir kesedihan kau—atau menyambut, sama
saja. Kau menutup mata dan membayangkan puisi ini
jadi kendaraan yang dapat mengantarkan kau ke
suatu tempat. Serupa pintu—atau waktu sebelum kau
mengenal kaca.

Di kejauhan, kau tersenyum sambil memikirkan
wajah-wajah mereka malam ini—barangkali
beberapa saat—melawan kesedihan.
Mussolini, Pablo Neruda, dan Salvador Dali.
Kautahan napas karena takut kembali jadi diri
sendiri.

*
Tapi, sejak itu, dunia lama berbiak dan semakin
banyak mengingat kau. Tidak berhenti mengenang kau.
Mencuri dan memakai persediaan nama-nama kau.
Membuat kau gagal meninggalkan kamar. Membuat
kau gagal menanggalkan dari diri kau.

Membuat kau terjatuh melahap bayangan-bayangan
sendiri.

Bandar Lampung, 2019

Biodata Penulis
Rizaldi Noverisman
, lahir di Tangerang, 2 November 1997. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung. Karya-karyanya pernah terpilih sebagai 10 Finalis Sayembara Kumpulan Puisi @kumpulan_puisi dan terbit di beberapa antologi puisi.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *