Setitik Harapan
karya Shofaria Annajah Qodir
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
Di sepanjang jalan yang riuh angin kencang
Dedaunan saling berjatuhan menimpa tanah kering kerontang
Yang telah lama hujan dengan arogannya meninggalkan
Layaknya secuil harapan yang melambai lambai meminta pertolongan
Jauh di sana, di sini menanti penuh khusyuk dalam rintihan
Pada kesendirian memeluk rasa ingin
Dalam keterbatasan sunyi merengkuh nyata kerinduan
Pada dirimu yang jauh tak tersampaikan
Setitik harapan tak berdebu memohon belas kasihan
Pada semesta juga pada ketersediaan kebaikan
Untuk kembali, di sebuah ruang sidang pertemuan
Yang aku juga kamu perlu sebuah pembahasan
Masih dalam rancangan harapan
Akupun semestinya bersikap memasrahkan
Juga mengikhlaskan, agar rindu tak kebablasan
Akan congkaknya yang mulai meminta keadilan
Biodata Penulis
Shofaria Annajah Qodir dilahirkan di kota mungil Tegal 10 Maret 2000. Penikmat sastra sejak sajak-sajak indah terus berputar di dalam otak, sejak saat itulah aku menjadi pengabdi sastra, menjadikan sastra saksi bisu dalam setiap hembus napas yang meliputi banyak sekali luka maupun bahagia. Akun IG @shofariabie.
Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
