Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Cerpen Tulis.me 6

Catatan Juri

Dari semua naskah yang diterima oleh kami, setidaknya kami memilih cerpen-cerpen yang sudah menarik perhatian kami sejak judul dan pembukaan cerita. Namun, sebagian besar cerpen yang masuk masih mempunyai kelemahan dalam bertutur dan apa yang hendak disampaikan. Kami menemukan banyak cerpen yang masih dibuka dengan perkenalan tokoh yang alih-alih membuat kami penasaran, kami justru kelelahan karena dihadapkan pada lautan teks yang amat abstrak dan membosankan karena tidak langsung ke maksudnya yang pada akhirnya membuat cerpen tidak padat.

Selain pembuka yang tidak menarik, kami juga menemukan ketidaktepatan dalam penggunaan data, pemilihan kata dan frasa, selain ketidaksesuaian dengan PUEBI, yang membuat makna cerpen menjadi kabur. Selain itu, kami juga menemukan naskah yang buruk, dalam artian, tidak mengalami penyuntingan terlebih dahulu sebelum dikirimkan. Kami menyarankan, untuk ke depannya, agar para peserta lomba menyunting dahulu naskahnya, minimal dibaca ulang, sebelum dikirimkan. Dan, yang paling fatal adalah, kami menemukan cerpen plagiat dari cerpen yang pernah dimuat di koran ternama (bahkan naskah tersebut tidak diubah sama sekali). Kami sangat mengecam tindakan plagiarisme tersebut karena seharusnya para peserta menulis karya yang asli.

Dari naskah yang masuk tersebut, kami memilih 100 naskah yang kami nilai layak dan memilih lima pemenang di antaranya yang menurut kami memang terbaik dari yang terbaik. Kami menemukan berbagai macam tema yang coba dihadirkan oleh para peserta lomba. Mulai dari tema yang personal sampai yang mengandung kritikan sosial. Kami juga menemukan bentuk-bentuk langka, dalam artian tidak banyak digunakan oleh hampir semua peserta, dalam hal teknik bertutur. Beberapa cerpen yang menarik perhatian kami menggunakan teknik “show don’t tell” dalam bertutur sehingga bukan hanya membuat kami tidak bosan dalam membaca, melainkan juga membuat kami membuat tafsir-tafsir atas kata-kata yang ditulis tersebut. Dan, yang paling penting adalah, kami menemukan cerita-cerita yang mampu membuat kami bahagia, sedih, merenung, atau bahkan menangis.

Demikianlah catatan dari kami. Untuk para peserta yang belum lolos 100 besar, belajar terus jangan sampai bosan. Untuk peserta yang lolos 100 besar, selamat, kami masih menantikan cerita-cerita baru kalian. Dan, untuk para pemenang, terima kasih telah menulis cerita-cerita yang bagus. Serta, untuk semuanya, jangan pernah berhenti menulis. Salam literasi!

Berikut peringkat 1 hingga 100

Peringkat Nama Peserta dan Judul Cerpen
1 Encep Abdullah – Solilokui Strukturalisme Cerita Pendek dan Kematiannya di Tangan Cerpenis
2 Dian Nangin – Ketakutan Terbesar
3 Dadang Ari Murtono – Kisah Cinta yang Buruk
4 Galih Pangestu Jati – Saat Hujan Membiusmu
5 Erwin Setia – Tuan yang Tidak Mengampuni Para Penulis Cerita yang Buruk
6 Encep Abdullah – Penyair Temperamental yang Membunuh Para Cerpenis Koran
7 Panji Sukma Her Asih – Talidarma
8 Frida Hanifa Putri – Persinggahan Dewi
9 Dadang Ari Murtono – Wabah
10 Izzati Isyarah  – Mawar Borges
11 Jihan Suweleh  – Enam Ratus Empat Ribu Delapan Ratus Detik Kesunyian
12 Yadi Alfitrah Karyadipura – Sirih Pinang
13 Indah Mustka Shanti – Shambharava
14 Wahyu Indro Sasongko – Wajah-Wajah dalam Setoples Kaca
15 Rani Ramdayani – Hilangnya Perempuan Burangrang
16 Wahyu Kris Aries Wirawardana – Pengarang Cerita-Cerita Biasa
17 Caroline Fricilia Jhoputri – Mentari itu Kotak, Bu
18 Andre Wijaya – Suatu Hari, Kupikir Ia Burung, Ternyata Seekor Sapi
19 Giovanni Aditya Lewa Arum – Engkau dan El-Maut
20 Benefitasari Intan Nirwana – Televisi itu Membicarakan Kematian Kita
21 Nokiamy Sesena Tamba – Taganing
22 Laurika Lisanuary Simatupang – Mantra Sabung Ayam
23 Nur Khafidhin – Pembunuhan Puncak Idiot
24 Jihan Suweleh – Perempuan yang Menangis Melihat Kesialannya Menjadi Headline dalam Koran
25 Andre Wijaya – Gonggong
26 Sarita Rahel Diang Kameluh – Utopia Parisian
27 Rani Ramdayani – Dongeng Distopia dari Kota Abu-Abu
28 Muhammad Ali Zulfikar – Teramat Keramat
29 Benefitasari Intan Nirwana – Mencari Tuhan di Neraka
30 Anshori Taji Kusumawan – Dari Tanah yang Tak Memiliki Air Mata
31 Puguh Ajie Priambodo – Pulang
32 Satyawati – Lara
33 Hanafi Akbar – Mursal Sang Maestro Indonesia
34 Ikhsannu Hakim – Jatuhnya Cocor Merah
35 Febri Saptowo – Mereka Bilang Kau Tidak Akan Kembali
36 Siti Nurkayatun – Kemenangan
37 Yusuf Mahessa Dewo Pasiro – Langgam Nyi Bagelen
38 Dian Nangin – Seteru
39 Andre Luis Paga Sitio – Surga Neraka
40 Sayyidah Zahratul Aulia – Bebek Pak Padil
41 Badruz Zaman – Angka
42 Muhammad Kamal Ihsan – ½
43 Puguh Ajie Priambodo – Laluba
44 Hafidzah Fatma Gardilla – Perempuan dengan Jemari Bidadari
45 Rezky Yayang Yakhamid – Goresan Tinta Laskar
46 Surya Paonganan – Matchmaker
47 Hidayatullah – Mimpi Lamat
48 Andre Wijaya – Perempuan yang Menikahi Hujan
49 Muhammad Ibrahim – Asian Youth Chess Championship
50 Ananda Dwi Rahma – Geborgenheit
51 Fakta Putra Buana – Perempuan dengan Warnanya
52 Nigina Auliarachmah – Koran Tidak Terbit Hari Ini
53 Sidiq Aji Pamungkas – Seperti Merayakan Pesta Kebun
54 Muhammad Muhransyah – Karsiah dan Buaya Putih
55 Pranowo Hari Dewanto – Sarung Lobok
56 Anissa Salshabia Nur Utami – Si Tuan Hitam
57 Annisa Puspitasari – Ruang di Antara Kita
58 Achmad Ghifari Nur – Gandhi
59 Siti Rizqiyyah – The Shadows
60 Sapta Arif Nurwahyudin – Requiem Perempuan
61 Niren Agustini Surbakti – Raminah
62 Nigina Auliarachmah – Hari Kematian
63 Luthfi Baihaqi Riziq – Sebuah Memoar dari Zaman Gila
64 Shelvi Agustin – Adam and Eve
65 Alfian N. Budiarto – Mak Andar dan Sepotong Barang Bukti
66 Rizqi Khoirunnisa – Sejuknya Juni
67 Muhammad Luqman Hakim – Dungu!
68 Yuda Kurniawan – Flamingo
69 Mohammad Amir Sidiq – Seorang Pria yang Takut dengan Hari Raya
70 Laili Fauziyah – 21 Hari
71 Ayu Wulandari – Petani Hutan yang Terancam
72 Muhammad Husein Haikal – Yang Terjadi di Balik Sebuah Cerita
73 Shabrina Evita Rizki – Anak Bulan
74 Ipank Firmansyah – Mudik
75 Meutia Zulfa Arianti – Ruang-Waktu
76 Nisrina Dhiya Kamila – Hikayat Kabar Burung
77 Fitri Fasichatul Layla – Khotib
78 Deni Pramono – Sobekan Kertas Uke
79 Kadek Diah Septi Cahyani Putri – Sang Anak dan Senyumannya
80 Elly Raheliyawati – Manusia Bertopeng Celeng
81 Hanifa Chairunnisa Muharroro – Matahari yang Tidak Terbenam
82 Shabila Yulanzani – Bapak Tidur Nyenyak, ya?
83 Lalu Moh. Arsal Fadila – Sajak Pengantar Tidur
84 Toni Fradana – Doa
85 Anak Agung Salvira Gayatri – Akhir Kue Eku
86 Fitri Fasichatul Layla – Karma
87 Krisna Mona Fitria  – Segelas Cappucino
88 Joshua Vincentius Lucas – Dalu Suci
89 Alfian N. Budiarto –  Elegi Bantaran Kali
90 Annisaa Nurhayati – Izinkan Aku Mati
91 Fauziannisa Pradana Putri – Lelucon Sebuah Negeri Tanpa Cita-cita
92 Bernardino Realino Arya Bagaskara – Evo-Human
93 Nanang Wahyu Prajaka – Amin
94 Audrey Ariij Syaimaa H. S. – Akselerasi Nazarick
95 Sakinatus Sarifa – Percakapan Mobil
96 Aysa Sabrian – Mahakaraya
97 Ni Kadek Candra Swasti – Di Balik Atap Bambu
98 Achmad Shocheb – Pergi
99 Alvi Intan Nur Aisyah – Anterlost 2087
100 Abiyu Jabbar Rulianto – Pria dengan Payung Merah Mudanya

 

Informasi

Fasilitas untuk semua peserta berupa 2 e-book, e-sertifikat, dan e-calendar akan dikirimkan ke e-mail teman-teman malam ini juga. Harap sabar menunggu ya. Jika sampai besok siang belum ada, baik di kotak masuk/inbox maupun folder spam, silakan hubungi kami melalui Whatsapp 085883608022.

Untuk pemenang akan kami hubungi untuk penyerahan hadiahnya. Peserta peringkat 31-50 yang berhak mengikuti Kelas Menulis akan kami masukkan ke dalam grup Whatsapp, sehingga jika nomor telepon yang kamu tulis saat pendaftaran dulu tidak terdaftar di Whatsapp, silakan hubungi kami untuk penggantian nomor telepon.

Akhir kata, semoga Lomba Menulis Cerpen ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman. Nantikan pula Lomba Menulis Puisi yang akan dihadirkan Tulis.me sebentar lagi.

Salam literasi,
Tulis.me

2 pemikiran pada “Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Cerpen Tulis.me 6”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *