Puisi – Sandiwara Penyair – Ajeng Meilia Nauli Simanjuntak

Sandiwara Penyair
karya Ajeng Meilia Nauli Simanjuntak
Juara Harapan 4 Kategori Pelajar Lomba Menulis Puisi Tulis.me Periode 1 2019

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

[Prelude]
Filosofi mabuk. Terhuyung-huyung.
Memaksa majas untuk menari.
Di-emas-kannya batu kali.

[Babak 1]
“Tak apa-tak apa.
Sajak tetaplah sajak,
tanpa peduli oasisnya.”
Nafsunya berkompromi.
Basi!

(Con Brio)
Ambil komitmen!
Mata membuta.
Digelitik bisik-bisik kurnia.
Gemerlap bayang imaji.
Basi!

Ditenggelamkannya sang jiwa
ke dalam hawa biru sintetis.
Lagaknya!
Sudah tentu agar melankolinya bereksis!

(Impromptu)
Hah!
Berpatetik rialah sana!

[Bridge]
Jikalau sandiwara berupa aksara
dan bukannya drama,
maka seribu tentu
dialah divanya.

[Babak 2]
Kulirik lagi.
Masih saja tak berkutik.
Berkutat saja dengan kertasnya.

Matanya hampa.
Terjebak dalam dimensi negosiasi.
Apa yang terkasat olemu
di dunia abstrak itu?

“Kata dan ketepatan saling berintroduksi.
Selip-menyelip minta dipersatukan.”

(Adagio)
Tik tik tok tik tok
Tik tok tik tok
Berkelak-kelok.
Berdiri jongkok.
Ngorok.

[Klimaks]
(Adegan 1)
Ehem.
Eh, dia berdehem.
Sudah bangun rupanya.
Mungkin terusik oleh suara jam di atas sana.

(Adegan 2)
Hei, apa itu!
Dalam konotatif,
ia mengangkat kedua tangannya.

(Adegan 3)
Hei hei!
Sekarang ia menertawakan diri sendiri.

[Antiklimaks]
Aneh.
Nyeleneh.
Tapi,
itu sudah
biasa.
Berarti,
ia sudah
di sini.
Sadar kembali.

Kurasa …
Tidak lagi ia buta.
Kurasa …
Sudah pulih filosofinya.

Hihihi
Kelihatannya …
ada yang sadar diri.
Termakan oleh sinisme ini.

[Pre-Epilog]
Tapi …
Tunggu
dulu.
Oh
Tidak.
Sial.
Tampaknya,
aku tertipu.

[Epilog]
Berpikir bahwa ia mengalah
adalah laksana berandai
ketika sadar bahwa naskah ini telah selesai.

Biodata Penulis
Ajeng Meilia Nauli Simanjuntak adalah anak tunggal dari pasangan Ratna Tri Untari dan Rozer Simanjuntak. Lahir pada 15 Mei 2002 dan menjadi remaja di Semarang. Kini, ia sedang dalam masa perantauannya di Sumatera. Ia adalah seorang pelajar kelas XI di SMAN 22 Palembang. Merupakan bagian dari keanggotan perkumpulan literasi di sekolahnya. Ia hanyalah seorang introvert yang menggemari komik Detektif Conan. Ia berkutat pada hobi mencipta puisi di samping keantusiasannya pada sains. Cita-citanya adalah bisa berkecimpung di dunia kepenelitian. Sedang dalam proses pencarian tujuan hidup. Namun, punya keinginan untuk mengangkat derajat kedua orang tua dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Motto hidupnya dikutip dari lagu Englishman in New York karya Sting yang berbunyi: Be yourself, no matter what they say.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *