Sebongkah Rindu
karya Liana Nur Arifatul Inayah
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
Telah sampai di penghujung penderitaan manusia
Di suatu hari
Di suatu tempat
Ia, yang kedatangannya didamba damba
Menggetarkan seluruh jagat raya
Kemilau cahaya menyertainya
Kemuliaan selalu menjaganya
Sang Astvat Ereta
Begitulah seru bangsa persia,
Sang pengeja sapa rembulan
Yang jernih tuturnya
Yang lembut hatinya
Yang baik akhlaknya
Laksana bintang, sebagai penerang malam
Laksana mentari, Sang Penghangat Hati
Hangat sapa senyummu
Menggetarkan hati si penjumpa
Melemahkan hati para pencerca
Betapa beruntungnya ia yang mampu melihatmu
Mampu bercakap denganmu
Mampu berada di sampingmu
Berhakkahku berkata rindu
Padahal diri ini masih lalai akanmu
Masih terbuai,
Alam sementara bernama dunia
Yang takkan habis ditelan waktu
Wahai Engkau Sang Pencerah Masa
Saat gulita menyelimuti bumi
Saat kezaliman merajai sekitar negeri
Saat hati belum mengenal Sang Ilahi
Wahai Engkau yang rindunya selalu terpatri, kepada ia Sang Maha Pemberi
Engkau yang tak lelah mendoakan
Yang tak lelah berjuang
Demi kemashlahatan
Wahai sang penenang hati
Pengantar ummat mengingat ilahi
Kata rindu yang tak mampu terucap,
Untuk engkau wahai Muhammad
Harapan yang melambung tinggi
Mengaharapkan temu di suatu hari
Walaupun hanya dalam mimpi
Di penghujung malam, dalam sebongkah harapan serta rindu padanya
Biodata Penulis
Liana Nur Arifatul Inayah, mahasiswa Institut Ilmu Al Quran Jakarta
Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
