Puisi karya Aji Ardiansyah
Tempat bermukim sebuah kata-kata tanpa makna
di mana air jatuh pada genting yang bising tanpa irama
melahirkan keluh kesah setiap musim
antara ayah, ibu, dan kedua anaknya.
Mereka berlari amat girang
wahai kedua anak camar
senyum ayah dan ibu
yang bingar seperti senja di pelabuhan.
Rumah bagi setiap kata-kata
tempat di mana aku pulang dari lelah.
Aji Ardiansyah,
SMAN 1 Ciamis
Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya dan tips, buka menu Submit Karya & Tips.

Satu pemikiran pada “Puisi – Rumah bagi Setiap Kata – Aji Ardiansyah”
Manusia memang harusnya hidup bersama T_T