Teman Kecilku
karya Arya Andresa Saputa
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
Sebuah besi tua dengan cat yang mulai memudar
Kau tampak tak terlihat baik
Masih terekam jelas di ingatanku, momen-momen bahagia yang kita lalui
Perasaan senang yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika ayah membawamu kepadaku
Dengan cat merah menyala, bau yang harum kau tampak gagah perkasa
Hati ini bergejolak, ingin mengayuh kedua pedalmu
Dan merasakan kedua rodamu melaju
Kring kring kring bunyi lonceng yang selalu aku bunyikan, sebagai pertanda kehadiranku dengannya
Bahagia satu kata yang bisa aku jabarkan ketika aku mengendaraimu
Embusnya angin, kicaunya burung yang beterbangan di langit biru menambah berwarnanya hatiku
Kaki ini terus mengayuh menyusuri panjangnya jalan
Jiwa ini melayang terbawa suasanya
Otak dan raga ini seakan bicara, hai waktu tolong berhenti sejenak
Biarkanlah aku hanyut dalam kebahagiaan ini
Biarkanlah aku menikmati masa masa ini
Si merah sebutan manisku
Terima kasih untuk semuanya, untuk segala kebahagiaan yang kau beri
Terima kasih mau menjadi teman setiaku
Selalu bisa diandalkan, ketika ibu menyuruh membeli sesuatu ke pasar
Mendekatkan sebuah jarak
Saksi bisu dalam mengejar ilmu
Kini, aku sudah terlalu tua untuk mengendaraimu
Badan ini tidak mampu lagi mengimbangi kekuatanmu
Sudah saatnya kau berpindah tangan pemilik
Aku tidak mau besi kuatmu mengarat, warna beranimu memudar
Aku tidak mau suara loncengmu mengecil
Bahagialah meski tidak bersamaku
Buatlah cerita dan kesan baru dengan pemilik barumu
Wahai teman kecilku, terima kasih atas segala yang kau beri
Biodata Penulis
Nama saya Arya Andresa Saputa, umur saya 20 tahun, saya beralamat di Tegal, Jawa Tengah, saya mahasiswa aktif teknik komputer.
Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.
Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi
