Puisi karya Yunk Putra El-Lefaqy
Barangkali tegal alur dikutuk Tuhan jauh dari hujan.
Sedang sisa kemarau telah lama hilang.
Atau kutukan leluhur lantaran sengketa tegal alur.
Konon leluhur ahli sihir seribu zikir.
Namun semua perlahan berakhir sejak sihir diperjual-belikan kepada musafir
– musafir dari berbagai penjuru. Semula hanya singgah di tegal alur. Berdagang. Lalu menetap –
Musafir udik namun licik. Mengadu-domba menceng raya dan kamal raya.
Tegal alur merasa terusik berada diantara keduanya.
Maka terjadilah sengketa.
Para musafir berperang sihir dengan leluhur.
Leluhur rendah hati. Memilih bunuh diri. Mengutuk tegal alur tak diberkati.
Barangkali kutukan leluhur didengar Tuhan.
Menceng Raya, 2017
Yunk Putra El-Lefaqy
UKM Kesenian UIN Mataram NTB (BKSM-SAKSI)
Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya dan tips, buka menu Submit Karya & Tips.
