Catatan Juri

Terdapat sejumlah cara tentang bagaimana kata atau frasa dipakai untuk dikomunikasikan, dipahami, dimaknai, dan dirasakan, yakni aras denotatif, konotatif, dan rasa/perasaan sebagai sesuatu yang bersifat emosional. Secara umum, peserta masih terperangkap pada aras denotatif. Hal itu berkaitan dengan konvensi pengertian kata atau frasa dalam pengertian pertamanya yang secara umum disepakati oleh pengguna bahasa dalam suatu kondisi tertentu. Dimensi konotatif kata atau frasa, sebaliknya, banyak diabaikan. Sebagai sesuatu yang arbitrer, dimensi konotatif bergantung pada konvensi simbolik penggunanya. Dalam konotasi penciptaan ruang tersebutlah kata atau frasa berhubungan dengan persoalan rasa berbahasa. Ada rasa berbahasa yang bisa membuat marah, sedih, terharu, gembira, atau mendatangkan suasana atau rasa keindahan tertentu.

Demikianlah, bahwa menulis karya sastra bukan sekadar menyampaikan suatu hal secara verbal. Sintaksis dan komposisi kata, juga sejarah kata, perlu mendapat pertimbangan utama. Akhirnya, bagaimanapun juga menulis karya sastra itu adalah suatu perjuangan menguasai kata-kata, menaklukkan bahasa. Jika penulis sastra tidak mampu menaklukkan kata-kata dan bahasa, maka dia hanya sekadar bisa menulis dan pengekor. Ketika dia mampu menaklukkan kata-kata dan bahasa, maka ia akan menjadi dirinya. Dirinya itu adalah ciri khas bagaimana dia menaklukkan kata-kata atau bahasa itu. Karena setiap orang punya cara sendiri-sendiri dalam menaklukkan kata-kata atau bahasa. Hal inilah yang menjadi pertimbangan kami dalam memilih puisi-puisi yang prominen dalam perlombaan ini.

Aprinus Salam
Kepala Pusat Studi Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Juga mengajar di program sarjana, pascasarjana, dan doktoral di Fakultas Ilmu Budaya dan Prodi Kajian Budaya dan Media UGM.

 

Dari seluruh naskah yang masuk, tidak terlalu banyak yang benar-benar memiliki kualitas. Alhasil, juri justru kebingungan ketika harus mencari peringkat puluhan sebab kualitasnya hampir sama dengan macam kekurangan: judul yang reproduktif seperti lirik lagu pop, kalimat-kalimat klise, minim permenungan, tema yang banal, dan beberapa kekurangan lainnya. Intinya, penulis puisi-puisi tersebut masih belum banyak membaca karya sastra kontemporer berikut perbincangannya sekarang seperti apa. Mereka belum piawai menggunakan perangkat sastra sehingga tulisan mereka cenderung verbal dan tidak menyimpan makna.

Adapun naskah yang menjadi juara dan unggulan sangat kontras dengan naskah-naskah yang telah diurai di atas. Naskah juara dan unggulan telah memiliki permenungan yang cukup dalam ketika menuliskan tema dan kematangan dalam menggunakan perangkat sastra. Bahkan, beberapa naskah mengangkat tema yang tidak umum, tetapi berhasil dibuat apik dengan kemampuan memilih kata yang tepat dan menyusun barisnya dengan cermat.

Asef Saeful Anwar
Staf pengajar di Prodi Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bukunya antara lain: kumpulan cerpen berjudul Lamsijan Memutuskan Menjadi Gila (PSK UGM, 2014), kajian komunitas sastra berjudul Persada Studi Klub dalam Arena Sastra Indonesia (UGM Press, 2015), novel berjudul Alkudus (Basabasi, 2017) dan album puisi berjudul Searah Jalan Pulang (Kibul.in Penerbit, 2018)

 

Berikut adalah peringkat 100 besar Lomba Menulis Puisi ke-9 Tulis.me. Selamat kepada semua peserta yang telah mengirimkan puisi terbaiknya. Hasil ini, peringkat berapa pun itu, kami harapkan dapat terus memotivasi teman-teman untuk terus mengembangkan kemampuan menulis. Jika belum sesuai dengan harapanmu, tidak apa-apa. Masih ada hari esok untuk terus belajar dan berkembang. Kami yakin pada suatu saat nanti kamu dapat mencapainya.

Kepada pemenang, kami akan menghubungi melalui nomor 085883608022. Pastikan nomornya sama untuk menghindari penipuan. Kepada semua peserta, fasilitas lomba segera dikirimkan melalui e-mail pada 22-28 Juni 2020. Fasilitas lomba ini berisi beberapa hal yang kami harapkan dapat membantumu untuk meningkatkan kemampuan menulismu. Jika setelah 28 Juni 2020 belum mendapatkan fasilitas lomba, silakan chat Whatsapp 085883608022 ya. Tetap semangat berproses. Jaga kesehatan. Semoga harimu menyenangkan.

Urutan Judul Puisi Nama Penulis
1 Memasak Ra'a Rete Fridz Embu
2 Air Mata Ratu Ibu Khalili
3 Ayat-Ayat untuk Malini Mukhlis Imam Bashori
4 Di Padusan, Kata Orang, Cinta Selalu Abadi Dadang Ari Murtono
5 Doa Orang Telanjang dari Vilnius Sarita Rahel Diang Kameluh
6 Siapa yang Telah Mengajari Para Penyair? Eko Triono
7 Ode Penyair Nun Achmad Ramadhon
8 Ketika Tuhan Berkongsi dengan Wura Seki Petrus Krisologus Ludyanto Jala
9 Tragika Asmara Amba Yohan Fikri Mu'tashim
10 Eksplikasi Tumang Sumbi Daffa Randai
11 Elegi Kota-Kota Bawah Air Mukhlis Imam Bashori
12 Tuah Dapur Fridz Embu
13 Setelah Zaman Merantau Khalili
14 Laut, Pantai dan Kenangan yang Menghilir Sampai Jauh Raihan Robby
15 Nosce Te Ipsum Mitha Fetrianti
16 Kemeja Pemberian Ahmad Ginanjar
17 Sesuatu Akan Terjadi untuk Akhir yang Sia-Sia Daffa Randai
18 Batin Tikal dan Kota yang Tak Dikenang Jemi Ilham
19 Demikianlah Kau Datang Dari Timur Latief Setia Nugraha
20 Berjalan di Tepi Doa Derry Saba
21 Jalan Buntu Lainnya Aya Canina
22 Tentang Ombak Ahmad Kohawan
23 Persekongkolan Pohon-Pohon Raihan Robby
24 Pukul 00.30 dan Masih Ada Puisi? Derry Saba
25 April dalam Empat Stanza Lindung Ratwiawan
26 Mencari Sapardi Muhammad Daffa
27 Gajah Mada dan Borok-Borok yang Niscaya Nafi Abdillah
28 Satu Mawar untuk May Tanpa Puisi. Widi Nugroh
29 Hujan Merah Jambu Wahyuning Prastiwi
30 Sepasang Kekasih, Malam, dan Ingatan Jemi Ilham
31 Sepanjang Banjir Kanal Barat Tegar Satriani
32 Mendadak Puisi Muhammad Daffa
33 Memorabilia Tubuh Tarra Adenar Dirham
34 Aku Selalu Menulis Lembar Harapan Lindung Ratwiawan
35 Jenazah Atlas Adnan Guntur
36 Makrifat Samsulbahri Nacho Trisanda Yudha
37 Nostalgia Nusakambangan Andreas Agil Munawirdya
38 Koboi Cilik yang Tak Mahir Berpolitik Ridwan Mohtar El
39 Kupu-Kupu Bersayap Pelangi, Melati, dan Perempuan Berhati Jibril Khairuddin Awam
40 Siklus Anak-Anak Awan Nacho Trisanda Yudha
41 Diablerie Syahlaisa Afra Amani
42 Duhai Pipit Mungil Khairuddin Awam
43 Ada yang Membara Tapi Bukan Api Aya Canina
44 Kisah Pancali: Seorang Istri Para Putra Pandu Depi Endang Sulastri
45 Siang Ini di Parit Jalan El Tari Petrus Krisologus Ludyanto Jala
46 Randu Alas Raihan Mubarok
47 Angsa Gembok Ramadhan Eka Syaputra
48 Lipatan Kertas Farhan Abidin
49 Kami Adalah Kesakitan Frizas Rere Ilureta
50 Wabah Tegar Satriani
51 Sadarkah Aku Harry Kiswanto Situmorang
52 Sedia Kamu Sebelum Kehilangan Wahyuning Prastiwi
53 Kelopak Oranye Kesya A. Salsabila
54 Kisah Tentang Kawanku Christopher Maleakhi
55 Sedekat Nadi, Sejauh Matahari Kharisma Nareswari Wahyanto
56 Di Mana Tuhan Cornelson Sogen
57 Bung Tomo Menolak Gugur Gilang Sakti Wiyono Putro
58 Sebelas Juli Lalu Nurul Fajriyatul Hasanah
59 Fragmen-Fragmen Mei Shin dan Lou Shi San Risen Dhawuh Abdullah
60 Gibraltar dan Pasifik Halizah Tanwirul Millah
61 Kosmo Zulfa Salman Aman
62 Kuhisap Dalam-Dalam Patan Atama
63 Dua Belas Langkah Penjelmaan Adrian William Tristanto
64 Mantra Aksara Terakhir untuk Batara Betti Xu
65 Cinta, Benci, dan Rahasia Harry Kiswanto Situmorang
66 Riak Mengepak Bills
67 Memorabilia Puisi Dita Satiti Purbaningrum
68 Sepanjang Jalan Penyair Petrus Nandi
69 Taubat di Malam Lailatul Qadar Harwalis
70 Ajari Aku Berpuasa Rasyid Yudhistira
71 Seribu Kelenteng untuk A Kung Sherlynn Yuwono
72 Kidung Bocah Pesisir Nur Rama Data Kapentas
73 Siklus Empat Babak Syamaizar Riandi
74 Menjerat Matahari Hendrikus Yulius Makin
75 Apun Gencay Asip Abdu Azis Sopian
76 Pagar Hijau Basil Putra Cahaya
77 Bercinta di Sudut Puisi Fatmawati
78 Mengeja Diri Fitria Nur Afni
79 Kuhidangkan Semenu Puisi Untukmu Ali Topan
80 Sekarang Christopher Maleakhi
81 Sebuah Opera--Kaum Marjinal Depri
82 Haruskah Aku Percaya dengan Pancasila Ilham Al Bahri
83 Mengurung Diri Farhan Abidin
84 Balon-ku Fauzan Satria
85 Senda Sanda yang Sentimental Siti Aura Dita
86 Parfum Aprini Hasanah
87 Bulan Bungkuk Ataya Cendana Pambudi
88 Dia Basil Putra Cahaya
89 Kisah Kasih Nelangsa di Perempatan Dongkelan Rendy Wijaya
90 Melihat Nasib Anak Sekolah Indonesia Hilmi Almuyassar
91 Peristiwa Kecil di Hutan Baboji Yohan Fikri Mu'tashim
92 Mentari Tak Ingkar Janji Antonio Sigit Sulistyo
93 Untuk Tetua yang Lupa Usia Ayuning Jayawardhana
94 Mencicip Luka-Mu Nathanio Chris Maranatha Bangun
95 Menerka Sosok Mustofa
96 Sepetak Senja di Pelataran Keningmu Nurul Fajriyatul Hasanah
97 Maukah Tuan Ikut Lapar Laras
98 Penjara Bawah Tanah Ona T.
99 Dermaga yang Hilang Reza Ikhlas Anam
100 Tenggelamnya Kama di Laut Biru Helda

 

Berikut 100 peserta yang mengirimkan puisi tercepat. Bersama dengan peringkat 100 besar, peserta pengirim tercepat dapat mengikuti Seminar Online Pelatihan Menulis Puisi.

Nomor Nama
1 Muhammad Ahyat
2 Syafira Aulia Puti
3 Stela
4 Gita Yunita Sri Pambayun
5 Dadang Ari Murtono
6 Siti Humairah Kifli
7 Resha Nindasari
8 Talita Rahajeng
9 Rizki Arum Mekarini
10 Adhe Litha Octha Amandhani
11 Riska Eva Wulandari
12 Santika Rahmi
13 Siti Soleha Hasibuan
14 Chaila Chafa
15 Fitria Afifah Husen
16 Mir'atul Fadhilah
17 Tsabitah Tamhida Salsabila
18 Yohanto Fransiskus Pandiangan
19 Jelita Rizki Ramadani
20 Muhammad Rivaldi Pratama
21 Tiara Alfi Nuraini
22 Najmi Afifah
23 Aflakhul Muzakka
24 Hildegardis Septianita Roy Dadi
25 Dimas Ramadhan
26 Angela Rahmarida Sirait
27 Fani Septiandini
28 Reza Hariyoga
29 Serli Marlina
30 Akram Junaidi
31 Anik Aida Nuraeni
32 Nesia Oktaviani
33 Laora Miftahul Nur Jannah
34 Rinaldi Anjas Mita
35 Tania Lestari Pranciska Sibarani
36 Rahma Dini
37 Fifit Fitriyani
38 Dewi Aprilia
39 Yolanda Eka Rianti
40 Suci Ramadani
41 Seranti Ninan
42 Retna Gemilang Chairunnisa Herawan
43 Lisa Ramadhanty
44 Bunga Silvia Mulyono
45 Muhammad Fahmi Azhar
46 Karin Alifia Cahaya Permata
47 Rosita
48 Nera Bia
49 Moh. Al Khadat
50 Irma Yuliansah
51 Dodo Bemo
52 Izzatul Aulia
53 Nurul Taufiqi
54 Naomi Lesmana Putri
55 Setia Ris Kinanti
56 Nabila Khairunnufus Sabililah
57 Putra Widodo
58 Fikri Meihaq
59 Mhd. Arfa F.
60 Shofwat Nafisah
61 El-Zahy
62 Vily Easter
63 Nur Azizah
64 Armintaetania
65 Siti Fatimah
66 Astrid Nurhalizah
67 Sarah Hazely
68 Fallynsya Putri
69 Farikha Fitria Shabrilia
70 Marsela
71 Vira Aulia Fariska
72 Sekar Tiara Primantari
73 Afrida Aulia Izana
74 Budianto Sutrisno
75 Abdurrohman
76 Vreyaazzura
77 Nurul Fazirah
78 Ladzidzalv
79 Tfasa
80 Fauziyah
81 George Rudiyanto Hutagaol
82 Salma Yunia Siti Hafsyah
83 Ardian Saputra
84 Rizky Maulana
85 Whitney Sharon Hilary Kopeu
86 Yulia Azzahra
87 Laily Ahsanu Nadiya
88 Muhammad Rizki Fauzi
89 Nrlaziizah
90 Natasya Tiara
91 Sis Fitri
92 Ramayanti
93 Maleta Peter
94 Elzan Ayu Fauziah
95 Najwa Anggraini
96 Embye Putri Rahayu
97 Chairul Hakim
98 Fikri Andi Asri
99 Umi Kulsum
100 Syahril Alvi

 

Salam literasi,
Tulis.me