Catatan Juri

Dari semua cerpen yang telah kami terima, setidaknya ada beberapa catatan yang harus kami sampaikan terkait keseluruhan naskah. Dari segi pembukaan, sebagian besar cerpen menggunakan perkenalan tokoh dengan menjelaskan identitas tokoh secara detail. Alih-alih menarik, teknik seperti ini membuat pembaca menjadi bosan karena terkesan naif dan monoton. Tokoh dipandang sebagai sosok yang fiks: tetap dan membosankan, selalu menunggu petualangan yang akan terjadi pada hari itu. Atau sebaliknya, tokoh dibangun melalui elegi yang daripada mendekati emosi pembaca, terlalu menuntut pembaca untuk semata-mata ikut bersedih hati. Padahal, pembaca dapat berempati tanpa terlebih dahulu membaca pemaparan yang demikian gamblang tentang tokoh.

Selain itu, kami juga menemukan banyak cerpen yang masih mengangkat tema-tema yang cenderung mainstream atau berkutat pada tema yang “itu-itu saja”. Hal ini tidak menjadi masalah jika bisa diantisipasi dengan gaya penceritaan yang baik. Namun sayangnya, tak banyak pula yang berani melakukan ini sehingga kami tak banyak mendapati upaya untuk membuat cerita lebih menarik. Meski demikian, kami mengapresiasi peserta yang berani melangkah lebih dalam di eksplorasi tema maupun gaya penceritaan sebab dengan langkah inilah kami percaya bahwa karya teman-teman akan menjadi lebih baik lagi.

Kemudian, kami masih menemukan ketidaktepatan data karena kurangnya riset, ketidaksesuaian terhadap PUEBI, kesalahan dalam menggunakan diksi, dan kementahan naskah. Maksudnya, tidak ada penyuntingan sama sekali ketika cerpen dikirim. Hal ini tentu saja perlu menjadi catatan yang penting agar ke depannya para penulis tidak abai lagi terhadap hal-hal teknis dalam menulis. Teman-teman perlu memahami bahwa karya akan dibaca oleh pembaca, yang persepsinya sangat dipengaruhi oleh apa yang teman-teman tulis.

Dari segi isi, cukup banyak penulis yang sepertinya ingin “menanggung beban moral” dalam menulis sehingga tulisannya cenderung malah menggurui, alih-alih menginspirasi. Dalam karya sastra, gaya mendikte sudah cukup ditinggalkan. Penulis tidak perlu memberikan tuntunan atau panduan. Sebaliknya, jejak samar yang memberikan impresi lebih dapat dipercaya oleh pembaca. Selain itu, eksploitasi terhadap kelompok marginal dengan kurangnya riset menjadi kelemahan beberapa cerpen. Namun, di samping itu, kami juga mendapati banyak cerpen yang menarik perhatian kami. Cerpen-cerpen ini memiliki keunggulan dari segi tema, gaya bertutur, dan alur cerita.

Setelah melalui persaingan ketat, dari seluruh karya yang menarik perhatian tersebut, terpilihlah 100 cerpen dengan berbagai pertimbangan. Hal ini tidak mudah sebab dari keseluruhan cerpen yang masuk, kesemuanya harus melalui berbagai tahapan seleksi. Selain mampu mengatasi kecenderungan-kecenderungan yang telah kami sebutkan di atas, hampir semuanya memberikan esensi yang ingin ditemui ketika kita bersiap membaca suatu karya. Karya-karya ini memberikan kejutan bagi kami dan mampu memanfaatkan kebebasan bereksplorasi yang kami maksudkan sesuai dengan tema lomba ini.

Galih Pangestu Jati
Lulusan program studi Pascasarjana Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Aktif dalam kegiatan komunitas dan literasi baik sebagai peneliti, editor, pemeriksa aksara, copywriter, hingga penulis. Karya-karyanya, baik fiksi maupun nonfiksi dapat ditemui dalam antologi Rayuan Pohon Beringin (UGM Press, 2013), Burung-Burung Kertas (Balai Bahasa Yogyakarta, 2014), Berlian dari Perempuan Belian (Javakarsa, 2015), dan berbagai media massa seperti tabloid Cempaka, Buletin Getar, dan Magdalene.co.

Innezdhe Ayang Marhaeni
Lulusan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh pendidikan program studi Pascasarjana Ilmu Sastra di kampus yang sama. Karyanya terkumpul dalam buku Berlian dari Perempuan Belian (Javakarsa, 2015), Kosmonot (Oksana, 2016), dan Tuhan dari Hal-Hal Bisu (Gambang Buku Budaya & Pusat Studi Kebudayaan UGM, 2017).

 

Berikut adalah peringkat 100 besar Lomba Menulis Cerpen ke-8 Tulis.me. Selamat kepada semua peserta yang telah mengirimkan cerpen terbaiknya. Hasil ini, peringkat berapa pun itu, kami harapkan dapat terus memotivasi teman-teman untuk terus mengembangkan kemampuan menulis. Teman-teman dapat membaca karya pemenang di https://www.tulis.me/tag/pemenang-lomba-menulis-ke-8/

Fasilitas lomba segera dikirimkan melalui e-mail pada 23 hingga 29 Februari 2020. Fasilitas lomba ini berisi beberapa hal yang kami harapkan dapat membantumu untuk meningkatkan kemampuan menulismu. Jika setelah 29 Februari 2020 belum mendapatkan fasilitas lomba, silakan chat Whatsapp 085883608022 ya. Tetap semangat berproses. Esok adalah hari yang lebih cerah.

Peringkat Nama Judul
1 Nur Khafidhin Kereta Kematian
2 Derry Saba Anjing Kesekian
3 Teguh Dewangga Enigma Sajadah Kencana Syekh Narwastu
4 Marwita Oktaviana Pradyumna Mahapatih
5 Syaiful Anwar Kucur
6 Ilwa Iradian Lukisan Tujuh Gunung
7 Muhammad Daffa Lintah
8 Jihan Suweleh Lewat Lubang Kecil
9 Ch. Wibisana Natal Pagi Hardini
10 Andi Makkaraja Kita Saling Mencintai
11 Muhammad Syafiq Addarisiy Di Sebuah Kafe: Perempuan, Lelaki, Kucing, Undangan, dan Hujan
12 Faris Rega Sintren Astari
13 Hasna Nisrina Arisanti Pilkades Tahun Ini
14 An Purbalien Kurir
15 Ahmad Redho Nugraha Anak Harimau
16 Lee Ann Naa Langit Senja Jailolo
17 Mellyan Hikayat Sungai Emas
18 Muhammad Daffa Pengusir Arwah
19 Suci Wulandari Kisah-Kisah yang Seperti Tidak Nyata
20 Muhammad Daffa Keajaiban Terbang
21 Teguh Bhagaskara Peluru Terakhir
22 Nadhila Hibatul Riwayat tentang Kakek
23 Y. Agusta Akhir Seorang Penulis yang Mati Dibunuh Tokoh Rekaan Sendiri
24 Adi Putra Purnama Gong di Balik Bulan
25 Mutiara Permatahati Subekti Lagi
26 Lee Ann Naa Keranjang Impian Leah
27 Muhammad Daffa Menara Jugun
28 Nisrina Aqilah Mutiallah Sekadar Menghindar
29 Suci Wulandari Elegi Abadi
30 Raina Jamila Ali Gramofon
31 Banyu Aulia D. Goedang Daging
32 Cornelia Widyadhana Parahita Ava
33 Yana Sebuah Cara untuk Sembunyi dari Tuhan
34 Apin Mareta Pengantin Gunung Pegat
35 Dewi Kirana Sekar Ayu Desiderium
36 Shabrina Nurulita Hariadi Insaniyat
37 Dliya' Hanifah Lima Detik
38 Milson Andawansi Bencana
39 Bagus Adi Nugroho Ilmu Tertinggi Gus Makruf
40 Choirunnisa Rahma Nadya Rahasia Hati Lembah Nestapa
41 Dewi Indah Sari Aira
42 Essy Febrianti Sebutir Nasi di Bibir
43 Li Clair de Lune
44 Fadzul Haka Cantik tapi Layu
45 Meliana Griselda Cyber Crime
46 Muhamad Rizki Ismail Pepatah Pensil
47 Nur Atika Makan Malam
48 Rakha Bagus Pratama Malam Itu
49 Atika Dewi Capung
50 Carissa Talitha Salsabila Tetaplah Menari
51 Derry Saba Rumah Ikan
52 Dinda Delishan Tahier Di Balik Pesona Macchu Picchu
53 Fadilla Zahra Jarak
54 Fadzul Haka Panggilan Beringin
55 Fahmi Trisnadi Pria yang Mati dalam Pikirannya
56 H. R. Nawawi Dua Gelas Susu Pengunjung Terakhir
57 Izzati Isyarah Mawar Borges
58 Choirul Rosi Siriraj Bimuksthan
59 Denada Grace Silaban Gawai Pelipur Rindu
60 Dian Erha Para Penunggu Bus
61 Dul Parlindungan Markas Baru Para Nagabonar
62 Dyana Yuri Aurora Gerak Lurus Beraturan
63 Ester Ayu Nadeak Lelaki Ikan Mas
64 Yunita Damayanti Kucing
65 Choirul Gibran Dikemanakan Mayat-Mayat Itu
66 Dimas Fahmil Haris Kita Harus Mati
67 Dwi Apriyani Diharjo Percakapan Ruas dan Lonceng Pintu Kayu
68 Indah Darmastuti Di Kolong Meja
69 Irzal Amin Perjalanan ke Bukittinggi
70 Khrisko Suprastiwara Spasi Terakhir
71 Marsa Aulia Separuh Wajah
72 Mintang Tarigan Monsterku Bernama Gustaf Silalahi
73 Mutiah Faradillah Diri yang Lain
74 Nadhila Hibatul Surat Kepulangan
75 Afdhal Haykal Sandiwara Tata Surya
76 Dhan Saputra Helikopter untuk Bara
77 Difa Mahya Zahara Tanjung Lili Bu Lala
78 Fadzul Haka Kiamat Tanggal 1 April
79 Fahrur Rozi Aku, Wanita Hologram dan Cerita Cinta yang Lazim
80 Teguh Adiguna Sebuah Mimpi dari Selatan
81 Shintya Terisna Sari Lingkaran Mimpi
82 Umi Salsabil Perempuan Berlian
83 Laras Setianingrum Perburuan yang Menyenangkan
84 Marwa Wulan Fiona
85 Marlinawati Pisang Goreng untuk Sang Presiden
86 Alya Khansa Upon The Gray Road
87 Siti Sri Wahyuningsih Mengupas Kenang
88 Jelita Ita Secercah Harapan
89 Lastri Juli Siagian 5 Tahun Saja Cukup
90 Lisa Harmiyati Kunang-Kunang Temaram
91 Nurfathya Aulia Zahra Pemilik Nyawa Terakhir
92 Marintan Wiranti Kenang
93 Mutiara Permatahati Subekti Dan Alam Pun Berkonspirasi
94 Riskiana Diniharyanti Biduan Berhati Iblis
95 Markus Wela Derai Cemara Akhir Pekan
96 Mie S Ibarat Kelomang dan Cangkang Pengganti
97 Nada Shofiyah Semesta yang Membuat Kita Saling Sapa
98 Asshofia Sholehah Prahara Gata
99 Soffi Prawitasari Amukan Sang Kerinduan
100 Julie Binjie Gadis Pemilik Mata Bidadari

 

Salam literasi,
Tulis.me