Baca Karya Fiksi

Puisi – Kembang Jepun 1 – Abd Azis Ana

Diposkan pada

Puisi karya Abd Azis Ana Semenjak mekarnya bunga jepun di mataku Puisi-puisi mengalir di kuncup bibirku Mulailah mereka terpikat pada aromaku Lelaki mata keranjang itu meraba bunga dadaku Ingin aku teriak padamu Kau hanya mendekat, dan mendekap Bibirmu melumat bibirku Aku bukan pelacur Aku ini kembang jepun yang mekar Kau yang muda Kau yang tua […]

Baca Karya Fiksi

Cerpen – Wanita yang Mengalahkanmu – Kartina

Diposkan pada

Cerpen karya Kartina “Fajar yang mana, yang akan kau pilih untuk kita nikmati bersama? Karena … tidak akan ada senja yang indah lagi seperti berabad-abad lalu ….” “Yang mana pun itu, aku tetap suka, tetapi apakah senja berabad lalu benar-benar tidak akan kembali?” “Apa yang kau cari dari warna merah kekuningan yang diselimuti biru itu? Indah […]

Baca Karya Fiksi

Puisi – Pelet Jogot – Chaidir Amry

Diposkan pada

Puisi karya Chaidir Amry Pelet Jogot pelet aten kedit pada hati kerasnya ia rajah syahadat bali pada jantung buluh mengalir darah samawa.   Pelet Jogot pelet aten kedit disebar dari suara yang dengar pasti kena silap bibir tebal jadi bebal.   2016 Chaidir Amry, UIN Mataram   Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat […]

Baca Karya Fiksi

Tips – 5 Jurus Menjerat Lewat Artikel Populer

Diposkan pada

Halo pembaca Tulis.me! Tulis.me akan secara konsisten menghadirkan berbagai macam tips tentang menulis lho, baik menulis fiksi maupun menulis nonfiksi. Nah, pada tips pertama dari Tulis.me ini, kita akan membahas tentang cara menulis artikel populer. Sebelum membahasnya, harus tahu dulu dong, apakah yang dimaksud dengan artikel populer? Artikel populer merupakan artikel yang berisi informasi ringan […]

Baca Karya Fiksi

Puisi – Kutukan Leluhur Tegal Alur – Yunk Putra El-Lefaqy

Diposkan pada

Puisi karya Yunk Putra El-Lefaqy Barangkali tegal alur dikutuk Tuhan jauh dari hujan. Sedang sisa kemarau telah lama hilang. Atau kutukan leluhur lantaran sengketa tegal alur. Konon leluhur ahli sihir seribu zikir. Namun semua perlahan berakhir sejak sihir diperjual-belikan kepada musafir – musafir dari berbagai penjuru. Semula hanya singgah di tegal alur. Berdagang. Lalu menetap – […]

Baca Karya Fiksi

Cerpen – Permintaan Terakhir – Kartina

Diposkan pada

Cerpen karya Kartina. “Kau tahu apa yang sedang aku pikirkan? Tentu tidak bukan?” Itulah pertanyaan pertamaku, sebelum aku menulis. Pikirkanlah dalam dan semakin dalam pemikiranmu membuat sesuatu yang kau pikirkan hilang setelahnya. Tentu tidak pernah ada manusia yang benar-benar bisa membaca pemikiran manusia lainnya. Jikalau ada, pasti meleset. Karena manusia lainnya akan menolak semua pendapat […]

Baca Karya Fiksi

Cerpen – Hujan di Belantara Cinta – Kartina

Diposkan pada

Cerpen karya Kartina. Cairan putih susu itu muncul di ujung kehidupannya. Cairan berlendir yang mengingatkan aku pada sebuah janji terucap dulu itu. “Setelah ini, aku akan menikahimu, secepat yang aku bisa”. Perkataan itu selalu terngiang di otakku. “Apakah dia tidak berpikir untuk kenikmatan ini? Apakah dia tidak ingin membayar untuk kesuksesanku menjadikannya lelaki sejati? Lalu, […]

Baca Karya Fiksi

Puisi – Di Perantara – Innezdhe Ayang Marhaeni

Diposkan pada

Puisi karya Innezdhe Ayang Marhaeni. Di jendela yang merangkap kaca itu, mataku terkubur Tidak dalam, hanya seperlunya Sebab aku tak lihat matahari dan angin-angin yang memakannya Tapi aku tahu cerita langit yang pulang seperti sudah-sudah Jalanannya berisi konstelasi, dan tanggulnya lepak berpuisi. Airnya mengalir-ngalir, seperti mengais himbauan mimpi yang kusut dan gemerlap di saat yang […]

Baca Karya Fiksi

Cerpen – Kembang Seroja – Innezdhe Ayang Marhaeni

Diposkan pada

Cerpen karya Innezdhe Ayang Marhaeni. Ibu yang memilih melahirkan tanpa didampingi suami memberi nama Jingga untukku. Jingga untuk senja yang dicintai orang tuaku semasa mereka masih menjadi sepasang kekasih sampai jingga untuk hari terakhir Ibu melihat Ayah di ambang pintu. Terlalu banyak jingga dalam kenangan ibu dan ayahku sehingga aku kehabisan alasan autentik mengapa harus […]