Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Sejenak yang Tertutup; Luka – Anggita A. Sakuntala

Sejenak yang Tertutup; Luka
karya Anggita A. Sakuntala

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Sepi
Kurasa kautelah menghunus belati dalam lubuk terdalam
Kauputar belati itu tepat di jantungku
Aku terpekik! Aku menjerit
Kaulantas pergi begitu saja
menanggalkan sumpah Eros dengan membabi buta

Sunyi
Belati tercabut dan darah bercecer
Tuan kembali menghunus pedang
Apakah kiranya sesudi itu?
Apakah panah cupit menghilang?

Temaram mencekam
ini bukan Romeo Juliet
ini bukan Laela Majnun
apalagi Siti Nurbaya dan kekasihnya

Ini
Hanya sekadar cerita akan matinya
rasa dalam rentetan kata
Hanya sekadar duka akan matinya
seutas kata dalam rentetan karsa

dan kata
bersua mengucap selamat tinggal
Melepas lalu dan lalang; pergi
karna Tuhan berkehendak dengan campur tangannya
Bukan panah Cupit yang melesat tak berarti

dan senja
beriringan menjadi sepertiga malam
Dilafalkannya doa-doa
perlahan untuk menambal luka
Ruh bersujud; luka di dada tertutup
semesta mengiyakan

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *