Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Semadi Tentang Tuhan – Sarita Rahel Diang Kameluh

Semadi Tentang Tuhan
karya Sarita Rahel Diang Kameluh
Juara X Lomba Menulis Puisi Ke-7 Tulis.me

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Kau ada dalam tarikan sengal nafas anjing
yang liurnya bercucuran ketika memandang daging
dari persembahan manusia yang iba,
berupa sesaji pada dewa yang melamun terlantar.

Kau ada dalam sandal usang para tukang sampah
yang mengais-ngais doa dan puisi pelipur.
Mereka berwangian busuk dan sembahyang dalam bahasa debu dan limbah
untuk dilelang mencari makan.

Kau ada dalam lenggang tari pandir para badut
yang menyunggingkan senyum pada bocah-kanak penderita mala.
Mereka terbahak pada gincu, bola karet dan syair jenaka-Mu
hingga setan pun tak sudi singgah merangkul matahari
dan infus-infus hayat tak goyah bertanam dalam nadi.

Kau ada dalam goresan luka tungkai orang-orang depresi
dan dalam obat-obatan penenang, lengang putih serta bau tidur
rumah sakit jiwa pada siang hari.
Ada seorang pasien berkata bahwa ia
bermain-main di kuburan-Mu di halaman belakang
Ia bilang “Dia lupa kepadaku, jadi akupun lupa pada-Nya”

Kau ada dalam cinta seorang penyair yang pupus dan bunga-bunga layu
yang berharap musim terulang lagi dan cumbu mentari.
Baginya maut itu
pelacur jelita yang siap ditampiknya,
berdenyut menerka hidup dalam purwa-rupa surga yang gagal.

Kau ada dalam debu bertaburan yang
menggeliat malas di awan-awan mati bersimpuh rendah,
bertakhta sunyi di atas nisan-nisan,
berziarah penuh aroma duka gedung menggores langit
di negeri metropolis penuh berhala,
serta dedaunan harta yang melahap luka dan semesta manusia.

Kau sesak dalam lirih doa-doa
riuh dan sepi yang mendesak-desak,
terperangkap dalam dingin hening angin kering
yang mencerca musim rontok
dijejali batuk asap dan deru mesin peradaban.

Teriak sembahyangku adalah gema yang memantul dalam gemertak
dipan bambu dan kolong jembatan,
tempat bakal manusia terserak dalam kikik gumul gincu
dilindas deru truk pengangkut pasir batu.
Teriak sembahyangku memantul dari rumah-rumah peribadatan,
pemakaman para dewata.

Kau bahkan menitahku untuk menyantap badai
hingga imanku dikaramkan di lautan penuh semadi tak sampai
Tapi Kau hadir ketika bertutur, “jadilah Penyair dengan luka”.

Surabaya, 29 Oktober 2019

Biodata Penulis
Penulis yang bernama lengkap Sarita Rahel Diang Kameluh ini lahir di Surabaya, pada tanggal 10 April 1998. Kini menempuh pendidikan semester 5 di jurusan Teknobiomedik, spesialisasi di pemodelan matematika biologi di universitas ilmu terapan FH Aachen, Jülich, Jerman. Penulis yang sudah tinggal di Jerman 4 tahun ini hobi travelling dan gemar menulis di dalam 3 bahasa berbeda. Ia sudah menekuni hobi menulis semenjak SD dan pernah memenangkan lomba baca puisi bahasa Jerman. Beberapa puisi bahasa Jermannya diterbitkan di antologi Deutsche Bibliothek, Ausgewählte Werke XXIX yang dipublikasikan Oktober 2018, dengan nama pena Darelle Faust. Penulis bisa dikontak melalui email saritadiang@gmail.com

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *