Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Semestinya Berhenti Kita di Sini – Grace Christine

Diposkan

Semestinya Berhenti Kita di Sini
karya Grace Christine
Juara Harapan 4 Kategori Umum Lomba Menulis Puisi Tulis.me Periode 1 2019

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

di rumah itu jiwa kita pernah bicara
pada ilalang yang tumbuh terlalu panjang
tapi segera sadarlah kita tidak biasa
menaruh kuntum bunga pada tetesan embun biru
atau membuatnya penghias kebun ibu

kita terlalu lama mencangkul di ladang, menanam umbi-umbian
dan membiarkan waktu menyengat kulit kita
membakarnya dan membuatnya perih
sampai kita biasa: nestapa di tengah usaha

semestinya berhenti kita di sini
sebentar saja, memetik gitar dan menghirup angin
berbincang-bincang bersama kepak sayap burung gereja

aku selalu rindu
ilalang yang dulu kita cumbu di balik tembok ungu

kini kita terlalu dewasa
dan kini kita biasa: waktu melulu menindas usia.

Maret 2012

Biodata Penulis
Grace Christine, lahir di Bandung, 15 Januari 1979. Seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak, penyuka kopi hitam dengan sedikit atau tanpa gula, rajin mencuri waktu untuk melamun, membaca, dan menulis puisi di tengah rutinitas menyetrika baju dan antar jemput anak sekolah. Beberapa kutipan bijak yang disalin dari berbagai sumber, serta dua atau tiga isi hatinya sendiri yang terselip, dapat diintip dalam akun Twitternya @Grace.tine. Sedangkan puisi-puisi ringannya yang dibuatnya semasa kuliah dan sebelum menikah, diunggahnya sebagai kenangan pribadi di akun Instagram @grace.chr79.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *