Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Nama-Nama yang Disebutkan Sebelum Perang – Agung Wicaksana

Diposkan

Nama-Nama yang Disebutkan Sebelum Perang
karya Agung Wicaksana
Juara 5 Kategori Umum Lomba Menulis Puisi Tulis.me Periode 1 2019

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Arjuna
aku lahir di awan terupa palung
tidur-Mu. Hujan petir: curah susu ibu—
gema rengek berulang. Masih ada suluh selepas mata
lelehkan rawi. Angin menggulir bulu mataku
sebagai lesat panah tajam.

Palguna
bintang mengasah pedang
Kunti terlunta-lunta dengan noktah di
keningnya. Wajahnya jelaga, menantang
gelap malam. Hati Kunti
lotus merah muda
rekah. Pada kulit daging mengilap zirah
kesatria. “Sudahkah kau siap, bintang? Serang!”

Jisnu
saat itu, kau berenang tanpa baju
tenang arus sungai tetap lamur dasarnya
taring buaya siap mengoyak seperti mencaing ladu
sedetik kau kupas, jubah baru merengkuhmu.

Wijaya
tunggu gurumu di depan pintu keratin
sebelum kau menari
dalam beribu gerakan. Denting pedang dentang tameng
tak buahkan kemenangan tanpa kebijaksanaan.

Dananjaya
kuda-kudaku sekokoh
kaki-kaki kuda. Menembus tanah kering
di dalamnya ular berbisa. Seekor tikus berlari
pada puncak benteng tinggi.
bidik, lezat lesatan, keju lumer—
gurih darah.

Kiriti
saat ini, kau saksikan air mataku
menjelma mutiara. Koin emas dan ikat perak
mengganti mata dan jariku.
tapi ada lapak perhiasan selepas pertigaan
maukah kau miliki batu yang
merahnya tak menjelma pekat darahku?

Bibatsu
di tengah pertempuran yang melelahkan
semua prajurit tak minum air
bagi isi ulang tenaga. Air telah larut dengan darah
mengalir dari kepala
dan mata. Rebas ke dada-Nya,
nelangsa. Banyak kematian
di Kurukshetra.

2019

Biodata Penulis
Agung Wicaksana
, seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Lahir di Surabaya, 15 September 2000. Telah menerbitkan dwilogi antologi puisi berjudul Bangsatorium & Fanatorium (Ganding Pustaka, 2017). Puisi-puisinya menerima berbagai penghargaan, di antaranya: Top 100 Terbaik lomba cipta puisi Bulan Bahasa tingkat ASEAN Universitas Negeri Sebelas Maret 2017, Best 100 Work within of The 2nd ASEAN Poetry Writing Competition IAIN Purwokerto 2017, dan Promising Writer Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2017.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *