Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Memaknai Pahlawan – Ilham Romadhan

Memaknai Pahlawan
karya Ilham Romadhan
Juara Harapan 5 Kategori Pelajar Lomba Menulis Puisi Tulis.me Periode 1 2019

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Pahlawan itu, betina pipit yang saat musim hujan merajut sarang sendirian
Dirangkainya rumput manila di sela-sela dahan meski runyam
Tak hirau apakah angin dan air langit yang sama ganas itu, terus menikam

Pahlawan itu, arloji yang melingkar di tangan kita
Mengikat pergelangan tak begitu erat, sehingga lebih leluasa berdetak,
mengingatkan kita yang suka lupa tentang hakikat waktu.
Kendati suatu saat harus ganti baterai agar kita setia dipandu.

Pahlawan itu, serbuk kristal yang biasa berteman teh dan kopi.
Dalam komposisi minuman yang disebut gula itu, tak pernah dan memang tak ada pengakuan pasti.
Begitu saja larut menyisakan manis yang abadi
Tanpa mengharap sanjungan; tampakkan diri

Pahlawan itu, sulung dua saudara yang seharian bekerja; berdiri samping jalan, melangkah ke pusat pemberhentian.
Dijinjingnya sebilah kotak sambil menjajakan asongan
Tanpa peduli ribut motor, angin, cahaya, yang diam-diam mengintainya

Pahlawan itu, mereka yang mengajari anak-anak mengeja abjad
Mendiktenya satu persatu sampai pada pengucapan fon yang kedengarannya tak begitu rancu
Dilatihnya tiap hari dengan istikamah
Sehingga pita suara—yang semula lugu itu—dapat berbicara fasih macam bahasa

Pahlawan itu, seorang ibu yang tengah malam tersentak bangun dan cepat-cepat menenangkan juitanya; mengganti popok, membuainya dalam dekapan, berusaha menghapus pertanyaan dan tanpa mempermasalahkan;

Mengapa bayi yang ia sayangi begitu nikmat mengencingi kasur yang masih barusan kering akibat muntahannya tadi malam.

Pahlawan itu adalah:
kita yang senantiasa mengikat waktu dengan buku-buku
kita yang belajar menjadi guru; digugu-ditiru
tidak sekalipun meminta murid mengado gaji berupa uang saku.

Pahlawan itu adalah diri kita yang mampu melerai jeratan nafsu.

 

13 November 2018

Biodata Penulis
Ilham Romadhan, kelahiran 17 November 2001. Kini sedang menempuh pendidikan di SMA An-Nur Bululawang. Saat ini Ilham tinggal di Malang.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *