Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Kisah yang Terbuang – Helvi Mei Sari

Kisah yang Terbuang
karya Helvi Mei Sari

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

 

Dalam kepekatan malam
Biarkanku tenggelam dalam lautan air mata yang penuh akan kebekuan
Memaksaku terdiam tak dapat bergerak
Meski hanya untuk mencari udara di permukaan

Dalam ruang kecil persegi yang mengurung
Biarkanku menangis
Biarkan batu besar di kepala mencair
Bersama setiap titisan air mata yang hadir

Tahukah kau?
Ketika hidup memaksa tuk mengusir rasa bosan
Ketika hidup memaksa tuk menarik diri  dari keramaian
Ketika hidup memaksa tuk  meringkuk dalam pelukan kesendirian
Kemana ia kan kubawa?

Wahai hidup, biarkan kutetap di sini
Menghabiskan waktu dalam ruang kecil ini
Dan jangan tanya kapan kukembali
Bukan tak mau namun tak mampu
Kembali ke mana?

Tempatku bermain di masa kecil telah hilang
Tempatku mengukir kisah remaja pun telah lenyap
Lalu, harus kubawa ke mana setiap cerita yang meminta untuk kembali
Tempat-tempat itu telah rata dengan tanah
Terganti dengan sesuatu yang kini tak dapat kukenali
Memaksaku membuang jauh setiap ukiran kisah yang pernah ada

Tahukah kau?
Dalam diri, ada tawa yang dipalsukan
Memaksa sudut bibir tuk mengukir senyum
Meski tak mampu menghapus luka yang ada
Ada tawa yang dipaksakan
Berjuang keras mengusir rasa yang mengundang perih
Berjuang hebat menghapus bekas kisah yang telah lama terbuang

1 Januari 2018

 

Biodata Penulis
Helvi Mei Sari, anak bungsu dari tiga bersaudara. Dilahirkan di Wajo, Sulawesi Selatan pada 12 Mei 1998. Ia merupakan mahasiswi Universitas Negeri Makassar, terkhusus di Fakultas Bahasa dan Sastra. Sikapnya yang cenderung tertutup membuatnya menggeluti hobi menulis dan melukis. Memiliki cita-cita keliling dunia dengan tulisannya.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *