Baca Karya FiksiPuisi

Puisi – Kirana di Bibir Epilog – Mursidin Yusuf

Kirana di Bibir Epilog
karya Mursidin Yusuf

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Wahai engkau, gelabah semesta
Kekagumanku tak mampu kuredam
Desiran angin berirama di perbukitan
Tumbuhan kian menari, tanpa sorotan berlalu lalang.
Kau kirana, membuatku bertanya-tanya tentang dirimu yang nestapa.

Ada apa? Hancurkan bongkah beban itu!
Hempaskan keluh kesahmu sekalipun ada 2 sisi mata pisau disana
Curahkanlah alur garis tangan getirmu
Aku tak peduli apa kata mereka.
Jangan biarkan kebisuan menguasai bibir manismu itu.

Walau aku bukan bagian prolog kisahmu
Ketahuilah, aku siap jadi bagian epilogmu.

Percayalah!
Aku bukan pelangi dengan lukisan sesaat atau secercah senja
Mahligai hatimu pasti berkilau dengan pelukan jiwaku.

Biodata Penulis
Mursidin Yusuf lahir di Maros, 13 Juni 1997. Saat ini merupakan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam di Institut Parahikma Indonesia, Gowa, Makassar.

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya, buka menu Submit Karya & Tips.

Baca karya fiksi lain di menu Baca Karya Fiksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *