Baca Karya Fiksi

Juara Lomba Menulis Esai Forum Tunas Bangsa – Substansi Perayaan Maulid Nabi: Upaya Pengenalan Kembali Sosok Nabi Muhammad di Era Milennial – Andy Rosyidin

Substansi Perayaan Maulid Nabi: Upaya Pengenalan Kembali Sosok Nabi Muhammad di Era Milennial
Juara Lomba Menulis Esai Forum Tunas Bangsa Distrik Tambora Taman Sari
Karya Andy Rosyidin

Kata Maulid Nabi sudah tak asing lagi di kalangan umat Muslim di seluruh Dunia, terlebih di Indonesia yang notabenenya adalah penduduk Muslim. Maulid Nabi berasal dari bahasa Arab yang berarti waktu kelahiran, beberapa ulama ahli tata bahasa mengatakan bahwa kata maulid sama dengan kata milad, berarti jika kata maulid dihubungkan dengan Nabi Muhamad Saw. Ini merujuk pada waktu kelahiran beliau yaitu pada tanggal 12 bulan Rabiul Awwal. Pada bulan ini penduduk muslim di belahan dunia serentak mengadakan acara peringatan Maulid Nabi secara sederhana namun ada juga dengan acara yang megah, hal ini menandakan betapa senang dan cintanya umat Islam dengan kehadiran sosok yang paling dicintai oleh Allah Swt.

Jika kita kaji historisnya memang pada zaman Nabi, Sahabat, Tabi’ dan Tabi’in perayaan maulid Nabi itu tidak ada, dilihat dari beberapa keterangan mengatakan bahwa terdapat perbedaan kapan diadakannya perayaan Maulid Nabi pertama kali, salah satunya didalam kitab Husn Maqasid Fi ‘Amal al-Maulid karya Imam as-Suyuti dikatakan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Sultan al-Muzhaffar, yaitu seorang penguasa dari Negeri Irbil yang terkenal dengan keloyalannya dan sangat memperhatikan segala sesuatu yang berorientasi tentang Nabi Muhammad Saw.

Pendapat lain mengatakan bahwa Maulid Nabi sudah ada sejak sejak zaman Sholahuddin al-Ayyubi yang mensiasati terjadinya krisis sunnah dari kalangan umat muslim pada saat itu. Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya peringatan maulid Nabi itu masih diwarnai dengan kontroversi, hal inilah yang menimbulkan kesalah pahaman dari orientasi masyarakat yang menganggap bahwa sesuatu yang tidak ada pada Nabi itu adalah sesuatu yang “bid’ah dan setiap sesuatu yang bid’ah adalah sesat” sebegitu dangkalnya pemahaman mereka dengan hal tersebut dan sebegitu cepatnya mereka melabeli suatu ‘amaliyah dengan kata bid’ah padahal mereka tidak tahu apa itu bid’ah, batasan dan amalan apa saja yang bisa dikatakan bid’ah. Hal itulah yang terjadi di Indonesia saat ini, saling adu argumen hingga berujung pada bid’ah mebid’ahkan, saling sesat menyesatkan yang berujung pada permusuhan antarsesama muslim dan lainnya. Na’udzu billahi min dzalik.

Kembali kepada pembahasan mengenai perayaan Maulid Nabi Muhammad, merujuk pada tradisi yang biasa dilakukan di Indonesia, umumnya terdapat beberapa ‘amaliyah yang dilakukan, semisal; membaca sholawat, ceramah, dan kadang juga diisi dengan tahlilan. Satu hal yang sangat substan pada tradisi perayaan maulid Nabi yaitu membaca sholawat biasanya dilakukan dengan membaca Sirah Nabawiyah (sejarah Nabi) yang terdapat di dalam kitab Al-barjanzi maupun Simtud Dhuror yang maknanya adalah untuk menghadirkan kembali sosok Nabi melalui perantara sholawat dengan begitu sosok Nabi pun seakan hidup dan lahir bersama kita lagi meskipun secara fisik tidak terlihat. Ini mengindikasikan bahwa perayaan Nabi itu bisa dilakukan secara sederhana tidak harus dengan perayaan yang memakan biaya besar ujung-ujungnya nihil makna, tentu hal ini sia-sia.

Kaitannya dengan zaman kekinian atau yang biasa dikenal dengan era-milennial dan militan tentu peranan perayaan maulid Nabi sangatlah penting dimana mampu menjawab permasalahan yang terjadi pada masa saat ini. Mengingat generasi millennial ini adalah generasi yang serba maju dan berkeadaban dan digadang-gadang sebagai generasi emas di masa depan, tentunya menjadi suatu pertanyaan besar dan harapan yang harus mampu dijawab dengan kontribusi nyata. Nyatanya, melihat fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini bisa dikatakan 100% generasi saat ini jauh dari apa yang diharapkan, seakan kehilangan jati dirinya hingga sebagian mereka melakukan segala sesuatu yang berada di luar kebiasaan, melegalkan segala sesuatu sehingga yang terjadi melandanya krisis moral di mana-mana, dan parahnya ibadah hanya dijadikan formalitas belaka.

Sosok Nabi Muhammad, adalah insan yang sempurna, beliau telah memberikan kontribusi besar dalam revolusi moral bangsa jahiliyah dahulu, beliau adalah suri tauladan didalam segala bidang, baik hal materi (dunia) maupun ‘ubudiyah (hal ibadah). Dengan diadakannya perayaan Maulid ini para pemuda dan khususnya umat muslim, dapat mengembalikan kejayaan dan keemasan pada umat Islam zaman Nabi Muhammad baik secara moral maupun intelektual. Jika para pewaris dan para penerus estafet pendahulunya rusak secara moril maupun intelektual maka jauh dikatakan sebagai generasi milennial. Tetapi dengan adanya perayaan maulid Nabi ini, kita semua bisa meneladani kepribadian Beliau.

Poin kedua, bahwa dengan adanya maulid Nabi ini semua umat Islam berkumpul menjadi satu dalam sebuah majlis, tidak membedakan kasta maupun pangkat, mereka semua duduk bersama dan sama kedudukannya di mata Allah Swt. inilah salah satu faktor bagi umat Islam saat ini  untuk mencapai kejayaan dan keemasan yaitu bersatu (berjamaah), karena segala sesuatu jika di lakukan secara berjamaah atau bersama-sama akan mendapat hasil yang memuaskan semua pihak tanpa ada pihak yang dirugikan. Hal inilah yang dilakukan umat Islam dahulu hingga saat ini yang terkenal dengan kesolidan dan persatuannya. Dalam hadis dikatakan bahwa “tangan Allah bersama jamaah” yang mengindikasikan bahwa jika pekerjaan dilakukan berjamaah maka pertolongan dari Allah Swt akan selalu menaungi.

Maka dari itu, marilah para pemuda, kaum muslimin dan muslimat dengan adanya perayaan maulid Nabi untuk selalu mengambil ‘ibrah (pelajaran) yang terkandung di dalamnya, janganlah melihat sesuatu hanya karena perkara itu tidak ada hukum dan dasarnya karena itu hanya menutup pandangan dan menyempitkan persepsi kita. Wallahua’lam.

 

Andy Rosyidin dapat dihubungi melalui Facebook (Andy Rosyidin), Instagram (@andy_el_hafidz), dan email (andyrosyidin123@gmail.com). Saat ini tinggal di Jalan Imogiri Timur, k.m 8.5, Tamanan, Banguntapa, Wirokerten, Bantul, DIY 55191 (Ponpes LSQ ar-Rahmah).

 

Tulis.me dengan senang hati menerima karyamu untuk dimuat di sini. Karya dapat berupa cerpen, puisi, esai, atau tips menulis. Untuk mengirim karya dan tips, buka menu Submit Karya & Tips.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *